Keruskan Lingkungan Hidup versus Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia

Posted: August 19, 2010 in Essay

Lingkungan hidup yang sering juga disebut sebagai lingkungan merupakan istilah yang dapat mencakup segala makhluk hidup dan tak hidup di alam yang ada di bumi atau bagian dari bumi yang berfungsi secara alami tanpa campur tangan manusia yang berlebihan. Lawan dari lingkungan hidup adalah lingkungan buatan, yang mencakup wilayah dan komponen-komponennya yang banyak dipengaruhi oleh manusia.
Dewasa ini permasalahan lingkungan yang terjadi di Indonesia semakin banyak. Mulai dari banjir, kerusukan hutan, pencemaran air laut/darat, erosi tanah/lahan, dan abrasi pantai, tidak terlepas dari adanya anggapan bahwa sumber daya (air, udara, laut, hutan, beserta kekayaan di dalamnya, dan lain-lain) adalah milik bersama. Tidak ada satu pun aturan yang membatasi pemtan anfaatan sumber milik bersama itu, sehingga terjadilah eksploitasi yang berlebihan. Setiap pemanfaat menggunakannya semaksimal mungkin dengan asumsi bahwa orang lain akan memanfaatkan sumber daya tersebut bila tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin. Kompleksitan permasalahan ini patut dijadikan perhatian kita bersama.
Seiring dengan perkembangan zaman, kebutuhan manusia pun semakin banyak tetapi tidak diimbangi dengan ketersediaan sumber dayanya. Dengan kondisi seperti itu maka pihak yang terkait sering mengambil langkah singkat yang menurut mereka dapat meningkatkan kualitas hidup manusia. Padahal di sisi lain dari langkah tersebut timbul kerugian yang dampaknya lebih besar dan berdampak bukan hanya pada masa sekarang tetapi juga untuk masa depan. Itulah fenomena yang terjadi di beberapa decade terakhir di Indonesia. Banyak pihak yang berlomba-lomba melakukan sesuatu untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Indonesia tetapi tanpa memikirkan keadaan lingkungan hidup di sekitarnya.
Kasus seperti itu sudah banyak sekali bermunculan di beberapa daerah di tanah air. Terlebih di Jakarta yang notabene sebagai ibu kota lndonesia. Sudah jarang sekali kita menemukan lingkungan yang asri, sehat dan terawat layaknya di pedesaan, yang ada hanya bangunan gedung-gedung yang menjulang tinggi, macet dimana-mana, polusi dimana, mana, perumahan kumuh, sampah berserakan dimana-mana, lahan yang kosong di bangun mall-mall besar dan masih banyak lagi. Mereka lebih mementingan keuntungan semata daripada memikirkan dampak vatalnya. Banyak lahan kosong, hutan ditebang hanya untuk dibangun perumahan mewah ataupun mall yang menurut mereka akan lebih menghasilkan profit guna pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Tetapi percuma jika banyak keuntungan tapi bencana yang melanda juga semakin banyak. Bancana tersebut dating bukan semata-mata karena kehendak penguasa alam, tetapi juga kerena ulah tangan manusia yang tidak henti-hentinya bersyukur dengan merawat dan memanfaatkan sumber daya yang ada dengn baik.
Dari kaca mata ekonomi, penyalahgunaan pemanfaatan sumber milik bersama timbul karena tidak adanya mekanisme keseimbangan yang mincul dengan sendirinya guna dapat membatasi eksploitasi. Sehingga dampak atau efek lingkungan yang timbul tidak dimasukkan dalam biaya internal usahanya. Misalnya beberapa hotel dan restoran di Kuta, atau usaha penyablonan tekstil, umumnya meminimumkan ongkos atau biaya dengan cara membuang limbahnya ke tanah atau ke sungai tanpa melalui suatu system pengolahan. Cara tersebut tentu dapat mencemarkan badan sungai atau tanah atau pantai dan akan menimbulkan biaya untuk pembersihannya. Hal tersebut harus diderita oleh masyarakat kita sendiri sebagai pengguna sumber daya secara langsung maupun tidak langsung.
Dalam perkembangan di masa mendatang lingkungan hidup perlu dicegah kerusakannya, yang menjadi permasalahannya kini adalah bagaimana mensinergikan pengusaha/pelaku bisnis dapat melakukan usaha atau kegiatannya tanpa merasa dibebani oleh faktor biaya mutu lingkungan hidup. Selama ini kerusakan sumber daya atau pencemaran yang terjadi oleh adanya suatu kegiatan bisnis/usaha umumnya ditanggung oleh masyarakat dan pemerintah. Konservasi sumber daya atau kegiatan rekondisi lingkungan hidup seperti; reklamasi pengamanan pantai, pembangunan drainase, dan sebagainya, memerlukan biaya yang cukup besar. Tetapi tidak sedikit pelaku bisnis menganggap bahwa PHR-lah sebagai konsekuensi harga yang diberikan kepada pemerintah.

Untuk itu penggunaan instrumen ekonomi selayaknya dapat segera diterapkan karena dari satu sisi instrumen tersebut dapat mempengaruhi estimasi harga tetapi juga akan memberikan suatu keputusan perilaku bisnis/usaha yang lebih mengutamakan konservasi sumber daya dan pemulihan lingkungan hidup. Pemanfaatan instrumen ekonomi tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, mendorong konsumen agar tidak menghamburkan penggunaan sumberdaya alam, misalnya air atau energi. Bila konsumen semakin banyak menggunakan sumber daya tersebut, maka biaya yang harus dibayar konsumen diperhitungkan meningkat secara progresif. Kedua, melakukan retribusi limbah/emisi bagi suatu kegiatan yang mengeluarkan limbah cair atau gas ke media lingkungan. Jumlah dan kualitas limbah/emisi ini diukur, dan retribusi/pungutan dikenakan berdasarkan ketetapan yang telah disusun, sehingga pelaku bisnis/usaha akan suilt menghindar dari konsekuensi tanggung jawabnya untuk ikut berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan hidup. Ketiga, melakukan defosit-refund, yaitu membeli sisa produk seperti bahan-bahan anorganik/plastik dari konsumen untuk didaur ulang kembali. Keempat, mewajibkan suatu kegiatan usaha untuk menyerahkan dana kinerja lingkungan sebagai penjamin bahwa pelaku kegiatan/usaha akan melaksanakan reklamasi/konservasi lingkungan hidup akibat dari kegiatan/usaha yang mereka lakukan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Misalnya, terhadap kegiatan usaha penyimpanan bahan
bakar/gas, kegiatan penambangan, usaha pengambilan air permukaan atau air dalam tanah, dan sebagainya. Hal ini akan sangat efektif dalam melakukan pengendalian kerusakan lingkungan hidup. Di Thailand sistem ini banyak diterapkan/digunakan sebagai jaminan untuk pengendalian limbah beracun dan berbahaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s